Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Dinner Bareng Boss di Chung Gi Wa, Central Park.

Cieeee kayaknya saya sudah jadi orang penting nih ya sampe judul postingannya 'Dinner Bareng Boss' hehehehe #ngarep Gak lah, saya masih orang biasa-biasa saja kok. Dan sebenernya mereka bukan bos saya, bukan pula bos banyak uang yang genit (Baca: Sugardaddy) #lol. 

Jadi suatu hari *tsah* saya di ajak dinner sama kakak saya setelah pulang kerja. Kami janjian di kantor dia yang berada didaerah tanjung duren. Di tengah-tengah mau cus cari makan, bos nya kakak saya ngadain meeting dadakan. Kebetulan kakak saya memang Manager di sana. Jadilah nungguin dia dulu. Singkat cerita entah kenapa kok malam itu saya berakhir dinner dengan para boss ini. #lol

Kami pun langsung cuss deh sehabis meeting ke Chung Gi Wa di Central Park Mall, yang katanyaini restaurant korea baru buka di mall ini, dan katanya tempatnya enak. Hmmm, jadi tambah penasaran kan. 

Foto diambil dari twitter +centralparkmall 
Restaurant ini berada di lantai 2 Central Park mall, sebelahan dengan Urban Kitchen. Penampilannya dari luar sih yang biasa aja, semua nya menggunakan dinding kaca dan pintu kaca, seperti etalase toko pakaian/aksesoris kalau saya bilang. Tapi jangan salah, suasana di dalamnya korea banget, dengan tema kayu-kayuan dan beberapa meja dengan barbeque di sisi sebelah kiri, dan meja biasa di sebelah kanan. Kesannya tuh kayak masuk ke halaman rumah tradisional di Korea, tahu kan kalo ruma tradisional di sana itu ketika masuk gerbang langsung menuju taman yang di sekelilingi bangunan rumah. Nah seperti itu, bedanya di tengahnya restauran ya meja-meja. Sedangkan di sekelilingnya genteng-genteng seperti rumah.

Foto diambil dari Twitter +centralparkmall
Kami memilih meja barbeque agak kedalam sih, waktu itu pengunjung cukup ramai padahal kami sampai di tempat sudah sekitar jam setengah 9 malam. Langsung disuguhi Free Ocha dengan free refill, dan free side dish juga free refill, asik kan. Untuk side dishnya bermacam-macam, ada Kimchi Sawi, Kimchi Lobak, Bayam rebus, Tumis tauge, Tahu bumbu, Krupuk bawang, dll. Jadi gak perlu pesen Kimchi tinggal minta refill aja sama pelayannya, asal harus habis jangan di sisa, yakan sayang makanan dibuang-buang #bijak. Berikut ini menu-menu yang kami pesan:
  1. Dolsot Bibimbap: Rice bowlnya orang korea nih tapi pake hot stone pot biar anget terus, ada sayurannya, telur setengah matang (nanti mateng sendiri kok kalau diaduk), dan daging Sapi. Bonus soup. Rp 75.000,-
  2. Haemul Pajeon: Omeletnya orang korea dengan isi seafood dan daun bawang. Ini enak banget lhoo. Rp 85.000,-
  3. Pork Barbeque: Saya lupa ini pesannya yang mana tapi untuk harga semua menu Pork barbeque itu sekitar harga Rp. 90.000,- sampai Rp. 110.000,-
  4. Beef Barbeque: Lagi-lagi saya lupa menunya yang mana soalnya ini Pak bossnya pas mau mesen galau gitu, jadi saya gak merhatiin akhirnya dia pesen yang mana. Untuk harga semua beef barbeque sekitar Rp. 80.000 sampai Rp. 600.000,- (tergantung paketan).

Foto kiriman アヤセ [Ayase, Astri] (@kkim2305) pada
Foto kiriman アヤセ [Ayase, Astri] (@kkim2305) pada























Gak heran sih ya untuk restoran makanan korea pasti ada menu Pork (daging babi), kebetulan saya bukan konsumen makanan dengan menu daging babi jadi agak muter otak juga untuk milih menu yang tidak berhubungan dengan daging babi. Bagi kalian yang Muslim atau tidak mengkonsumsi daging babi mungkin makan di Chung Gi wa ini bukan pilihan deretan atas. Jadi, perlu dipikirkan kembali.

Kebetulan salah satu boss juga tidak mengkonsumsi daging babi, dan pelayannya sangat baik sekali ngasih tips sama kami berempat. Kami disarankan untuk memilih menu barbeque beef dan memasak sendiri di panggangan yang sudah di sediakan di meja kami, karena panggangan di dapur mereka bercampur dengan pemanggangan daging babi. Dan karena di antara kami ada yang memesan pork barbeque, kami pun memanggang daging sapi terlebih dahulu baru bergantian dengan daging babi.

Untuk menu makanan lain saya kurang tahu apakah alat masaknya bercampur atau dicuci dahulu di tiap pesanan makanan, karena yang kami ketahui hanya persoalan pemanggang di dalam dapur mereka. Saya sendiri memilih makanan paling aman yaitu bibimbap. 

Menu daging babi mungkin adalah nilai minus untuk beberapa orang, dan sayangnya karena Chung Gi Wa cabang Central Park baru dibuka, menunya pun masih sedikit, untuk bibimbap saja hanya ada dua jenis, bibimbap dengan hot stone pot & bibimbap dingin (keduanya dengan daging sapi). Eitsss tapi untuk rasa restoran ini saya acungkan jempol, bumbunya enak banget lho hehehe, walau saya hanya makan bibimbap dan side dishnya T^T. Juga pelayanannya cepat banget, ramah, sabar menjelaskan menu, bahkan ngasih saran, saya sampai mau kasih tip lho rasanya ke mereka. Baru kali ini ke restoran dilayani dengan baik banget hahahaa, apalagi salah satu boss ada yang agak genit, tapi bukan yang negatif ya cuma ngasih tebak-tebakan doang ke pelayannya dan bukan termasuk harassment.

Rating saya 3.5 untuk Chung Gi Wa, semoga kedepannya lebih banyak menu lain, jadi saya gak pusing pilih menunya #lol Dan saya akan datang lagi ke sini lagi tentunya ^^.

Kongkow di Momo Milk Barn, Bogor.


Moooooooooooo.. *suara sapi* #gaje

Hahaha, oke serius. Jadi beberapa minggu yang lalu saya diculik.. *jeng-jeng* sama temen saya #lol Saya diculik buat dengerin dia curhat, gak tanggung-tangung diculiknya ke Bogor. Emang perkasa tuh temen saya si Intan namanya, walau perempuan berbadan mungil tapi kuat nyetir jakarta-bogor-jakarta, dan jakarta-bandung-jakarta. Kebetulan saya Jum'at itu sedang senggang, kami pun langsung janjian di Tamini Square dan langsung cus ke Bogor.

Bagian curhatnya gak usah diceritain ya, karena kita fokusnya ke Momo Milk Barn, Bogor ! Yeeeyyyyy, I love milk XD Sampai di Bogor kami langsung makan pizza bakar dulu nih di kedai kita yang cabangnya terletak di seberang Momo Milk Barn ini. Lalu setelah itu kami baru nyeberang pindah tempat karena memang pingin minum susu.

Kesan pertama saat masuk ke Momo Milk Barn adalah, waaahhh hangat banget tempatnya, dengan desain kayu-kayuan coklat, dan langsung di sambut sama Bar Minuman yang pasti gak ada alkoholnya. Pegawainya juga ramah dan baik lho langsung menanyakan mau duduk di non-smoking atau smoking area. Berhubung kami tidak merokok, kami pun langsung di antar ke ruangan non-smoking yang ber AC. Ruangannya ada di sebelah kiri bar, sedangkan smoking room (semi outdoor) di sebelah kanan Bar. Uniknya, tepat di belakang Bar yang mana di tengah-tengah kafe ada taman terbuka lho, jadi yang bawa anak kecil bisa di lepas di sana *ett dah dikira apaan*. Tempatnya tidak begitu besar tapi tampungannya tempat duduk cukup banyak. Mungkin karena waktu saya ke sana itu hari Jum'at jadi tidak sampai ngantri.

Setelah mendapat tempat duduk di pinggir jendela kaca yang bersebelahan dengan taman kamipun memesan makanan. Biasanya saya selalu pesan Banana Milk (Susu rasa pisang) tapi ada menu unik di sana yaitu Banana Coffee Milk (Susu Kopi rasa Pisang) wah langsung penasaran saya sama rasanya. Sedangkan teman saya pesan Premium Nuttela Choco Milk, dan sebagai cemilan kami pesan Spicy Chicken Wings dan Cheese Nachos *itu sih bukan cemilan*. Oh iya kami sempat pindah meja, karena handphone Intan habis batrei dan membutuhkan tempat untuk mencharge *emang dasar ye anak jaman sekarang gak bisa lepas dari colokan*. Untung pegawainya baik, jadi kami dibolehkan untuk pindah dan tanpa ada insiden yang ribet. 

Suasana yang temaram dan funitur kayu-kayuan ternyata tak membuat suasana lebih hangat karena posisi meja kita searah dengan wilayah semburan AC, jadi berasa dingin banget dahhhh hahahaha. Beberapa menit kemudian makanan dan minuman yang kami pesan pun datang.

Foto kiriman アヤセ [Ayase, Astri] (@kkim2305) pada
Foto kiriman アヤセ [Ayase, Astri] (@kkim2305) pada


















1. Premium Nuttela Choco Milk : Ini sih sudah jelas enak perpaduan coklat dan nuttela, ya emang sih buat gw terlalu manis, karena gw gak gitu suka coklat dan nuttela. Tapi ini recommended lho. Kalau gak salah harganya sekitar 21ribu rupiah.
2. Banana Coffee Milk : Humm, ternyata ini minuman emang enak, perpaduan kopi dan banana milknya terasa dan gak bercampur (gak bikin enek gitu). Jadi masih bisa ngerasa rasa pisang dan kopinya. Harga sekitar 18ribu rupiah.
3. Cheese Nachos : Well rasa nachos sih sebenernya di mana-mana standar tapi oke buat nongkrong karena nachosnya lebar, kejunya gak pelit dan bumbunya juga enak. Harga sekitar 29ribu rupiah.
4. Spicy Chicken Wings : Nah ini, mantab. Ekspektasi kita sih namanya Chicken Wings itu ya kecil-kecil kayak di Richeese, tapi ini gede-gede lho. Dan bumbunya *uh-uh* enak banget, walau untuk ukuran pencinta pedas Chicken wings ini gak pedas. Lebih mirip Ayam goreng bumbu khas korea gitu, but this is our favorite ! Harganya juga sekitar 29ribu rupiah.
Wah, gak nyesel dan gak rugi deh diculik sama Intan, hati senang dan kenyang, itu yang penting! Rating gw adalah 4 dari 5 ! Wooohhooooo, definitely we will be back soon !

Dan culik-culikan hari ini berakhir dengan Carpool Karaoke yang berisi curhatan hati di sepanjang jalan Tol. Terima kasih Intan !

Weekend Escape to Cirebon Day 2

Heyyaaa..
Aduh maaf banget baru bisa nulis lagi, padahal ini postingan lanjutan dari Weekend Escape To Cirebon Day 1 yang seharusnya saya tulis dan publish seminggu setelahnya. Namun karena beberapa personal insiden saya tidak bsa menulis, dan baru sekarang bisa publish (nanti kalau sempat saya cerita sedikit ya dengan hashtag random). Nah, langsung aja yuk lanjut cerita jalan-jalannya di Cirebon hari ke dua. Jadi, salah satu alasan kenapa sih pilih Hotel Neo Samadikun, ah nanti saja ya saya ceritakan kusus bahas review hotel hahahahhahaah.. 

Selamat pagi Cirebon, pagi ini aktifitas kami adalah sarapan dulu dong di hotel tentunya agar kuat mengelilingi kota Cirebon yang kata orang mataharinya ada dua #lol Awalnya saya gak percaya, dan kami keluar hotel itu sekitar jam 10an, naik angkot cus langsung ke Goa Sunyaragi. Kok gak makan siang dulu? Gak, karena kita masih kenyang sarapan all you can eat, dan makan siang pasti penuh semua deh tempat makan. Jadi kami memutuskan wisata ala-ala ke Goa Sunyaragi.

Sesampainya di Goa Sunyaragi kita langsung masuk ke kawasan wisata cagar budaya ini. Singkat cerita Goa Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, bangunan berbentuk gua serupa dengan candi yang sering disebut jugasebagai Taman Air Sunyaragi / Tamansari Sunyaragi. Bangunan ini digunakan sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. (Lengkapnya bisa di baca lewat wikipedia atau artikal lain yang terkait ya guys).

Goa Sunyaragi (Model: Kami sendiri)
Satu hal yang terpikir oleh saya yang pada saat itu berada pada puncak paling berat massa tubuh alias lagi gendut adalah "wah orang-orang jaman dahulu mungil-mungil ya", karena guanya memiliki ruangan-ruangan kecil dengan gang-gang sempit. Parahnya tetiba saya jadi parno kalau salah masuk gang dan saya terjepit di antaranya T^T maafkan saya. Namun setelah itu saya memberanikan diri naik ke puncak Gua yang mana wah pemandangannya bagus banget. Dan apa yang orang-orang bilang bahwa Cirebon punya matahari dua, ahahaah bener banget, panasss paakkk buuuu apalagi saat itu hari sudah tengah hari siang bolong.

Goa Sunyaragi (Panorama low dari halaman belakang)
Goa Sunyaragi (Panorama dari puncak Goa)


Saya sempat terpisah oleh teman saya Lelly, lalu sambil menunggu dia kembali saya duduk-duduk di pendoponya, sangat adem dengan desiran angin sejuk. Kemudian setelah teman saya kembali, kami mengunjungi bangunan terpisah yang menyimpan foto-foto juga pusaka. Dan ngadem lagi deh di pelatarannya. Setelah puas memutar Gua sunyaragi kami pun akhirnya mampir warung-warung tenda yang berada di dekat parkiran. Makan es buah dan es teh botol segarrrrnya #mantabjiwa.

Foto-foto Gua Sunyaragi
Kemudian kami pun langsung naik angkot menuju Rumah Makan Empal Gentong Krucuk, saat itu jam menunjukan pukul 13 dengan harapan yang makan siang sudah pada kelar nih. Ternyata perkiraan kita salah kawan. Dengan hari libur panjang dan sebagai kota transit juga alternatif liburan, rumah makan tersebut penuh sampe ngantri. Akhirnya kami nyerah dan kembali ke hotel dulu melepas lelah, dan ngemil-ngemil cantik di restauran hotel.

Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon dahulu, wah asri banget deh berkunjung di keraton ini, karena banyak pohon rindang. Saat memasuki pelataran pun kami di suguhkan dengan patung dua singa yang khas, dengan petunjuk jalan yang sangat jelas. Jadi tanpa guide pun bisa kita jalan-jalan (sambil iseng ngekor rombongan yang menggunakan Guide xD ) karena sebenarnya komplek Keraton Kesepuhan Cirebon ini tidak sebesar Keraton Kesultanan Yogyakarta. Jangan khawatir nyasar deh. Kami pun cus menjelajahi bangunan yang di dalamnya banyak benda pusaka, kemudian bangunan yang di dalamnya banyak kereta kencana yang megah, dan tak terlewatkan menikmati angin sejuk duduk di pendopo #favorit 

Keraton Kasepuhan Cirebon (Panorama dari halaman depan)

Keraton Kasepuhan Cirebon
Setelah itu kami langsung nyari becak untuk berbelanja oleh-oleh di pasar terdekat yaitu Pasar Kanoman, weis pak becak di sini sudah hafal deh kalo urusan tempat oleh-oleh. Kami langsung di antar ke deretan toko yang sudah terkenal. Alhamdulillah kami gak telat datang karena ternyata jam 5 sore toko sudah tutup, kami jadi pelanggan terakhir di Toko oleh-oleh Sinta Manisan. Beruntung banget semua yang kami mau beli tersedia di sini, urusan harga ya standar oleh-oleh sih gak bisa ditawar #lol (Maaf ya gak sempet foto rupa penampakan tokonya, sibuk belanja hihihi). Selesai berbelanja kami pun lanjut meneruskan perjuangan kami ke Rumah Makan Empal Gentong Krucuk.

Alhamdulillah juga kami masih kebagian Empal gentongnya karena jam sudah menunjukan pukul 17. Nah ini lah yang ditunggu-tunggu potongan daging sapi dengan kuah kuning bersantan jangan lupa di tambah cabai bubuk. Beuuhhhh #juara Daging sapinya empuk dan bumbunya berasa banget, ndak ada yang kurang deh pokoknya. Ini bakal jadi favorit saya deh kalo ke Cirebon lagi, harganya gak sampe seratus ribu rupiah berdua hehehe..

Empal Gentong Krucuk dan #selfie kami di atas becak menuju Toko oleh-oleh Shinta xD
Pukul 18.30 kami kembali ke hotel bersih-bersih badan yang berpeluh keringat, menata oleh-oleh dan update sosial media. Dan lanjut lagi untuk hunting Nasi Jamblang Mang Dul yang berada tepat di sebelah Nasi Lengko H Barno dan di depan Grage Mall. Sayangnya, kami sudah kehabisan. Memang sih sebenarnya nasi Jamblang itu lebih enak di santap di pagi hari, namun karena kami sudah menyantap sarapan di hotel kami pindah jadi jadwal makan malam. Yahhhh tapi apa daya, kami tidak berhasil mendapatkan nasi Jamblang. 

Akhirnya kami pun melenggang mencari alternatif nasi jamblang lain untuk sekedar mengisi perut, kemudian mengakhiri perjalanan hari ini dengan nongkrong di cafe Mo Milk di jalan Dr. Cipto. Ya namanya cafe banyak anak muda pada ngumpul, untuk menu standar cafe tema minuman susu. dengan harga terjangkau. Setelah itu kami kembali ke hotel dengan becak, sambil mampir beli pisang bakar.

Kafe Mo Milk & Pisang Bakar khas Bandung
Begitulah liburan kami kali ini di cirebon, kami masih di cirebon sampai hari esok namun sengaja tidak memberikan jadwal apa-apa, karena waktu check out kami di jam 12 siang dan kereta kami di jam 15 sore. 

Semoga kami bisa kembali lagi ke sana, karena masih ada tempat yang belum kami kunjungi yaitu Nasi Jamblang Mang Dul, Taman Air Ade Irma Suryani, dan Pusat Batik Trusmi ^^ Amin..

Weekend Escape to Cirebon Day 1


Back to the blog.. 
Udah lama banget gak nulis, dan sebenernya masih ada dua draft lho yang nyangkut dan belum saya selesaikan, tapi kok males dan saya malah lebih kepingin bahas liburan saya di Cirebon nih guys.

Perlu diketahui, saya bukan traveller ala backpacker, juga bukan ala koper jadi jangan harap saya ngasih tips jalan-jalan murah hahaahhaha (kalo mau tips murah bisa cek blog temen saya yaitu BACKPACKTOR.COM #promosi ). Bisa dibilang liburan saya ini ya  ala saya aja, berhubung dulu semasa kecil (sampe sekarang sih) sering sakit dan kecapean, jadi perjalanan yang saya bikin menyesuaikan kondisi saya (huh dasar lemah!) xD tapi juga nyesuaiin kondisi keuangan juga sikk #paspasan T^T


Jadi, mari kita mulai perjalanan saya ke Cirebon selama 3 hari dua malam ini, ihiyyyy~~~

Kenapa judulnya Weekend Escape, karena emang tujuannya buat kabur dari rutinitas kerja xD dan saya manfaatkan di weekend tentunya yaitu tanggal 5-7 Mei 2016 (Jum'at-Minggu). Kalau tidak salah waktu itu tanggal 5 adalah hari perayaan kenaikan Isa Al-Masih jadi tanggal merah, dan tanggal 6 nya perayaan Isra Miraj, pas banget kan. Berawal dari kepenatan saya dan teman saya, Lelly, kami memutuskan untuk liburan ke luar kota berdua, tapi nyari tempat yang gak jauh banget. Terpilihlah Cirebon karena menggunakan kereta waktu tempuhnya hanya tiga jam perjalanan.

Berhubung kami telat booking kereta, alhasil kami gak dapet kereta pagi, tapi kami dapet kereta di jam 14.00 dari stasiun senen tujuan Cirebon Prujakan. Sesampainya di Cirebon jam 17.00 tadinya kami mau naik angkot, tapi karena kelihatannya si angkot ngetem, kami pilih naik becak untuk ke penginapan. Oiya liburan di Cirebon enak lho naik kendaraan umum kemana-mana sampe, karena kotanya gak terlalu besar, juga naik becak lebih hemat dan murah. Tiap perjalanan kami hampir cuma bayar 10ribu berdua (satu becak), dan yang jelas sampe tengah malam becak masih ada setia mengantar keliling kota. 




Hampir jam 18.00 kami sampai di Hotel Neo Samadikun (untuk review nanti saya tulis di blog terpisah yaa hehehehe) langsung check-in karena kami late check-in hikz harusnya jam 14.00 ini baru check-in jam 18.00 langsung cuz ke kamar. Unpacked ransel dan mandi, sambil update-update media sosial tentunya hahahaah..

Jam tujuh lewat kami mulai lapar, lalu langsung cuss keluar hotel nunggu angkot, eh ternyata kalo sudah malam jarang angkot lewat Hotel Neo (Just info hotel Neo memang agak ke pinggir dekat laut, kalo dari stasiun besar Cirebon, tinggal nyebrang masuk jalan M Toha dan lurus aja trus belok kiri). Kebetulan ada temennya pak security hotel yang lagi main ke hotel dan nawarin ojek sampe garage mall. Alhasil malam itu kita jadi cabe-cabean deh naik motor bertiga xD Anyway makasih banget pak temennya security yang entah siapa namanya udah mau ngojekin kita (eh ini kita bayar kok gak gratis hahahaha).

Sampai lah di Garage Mall, jam 20.00. Eits jangan salah kita gak makan di mall kok, masa liburan ujungnya ke mall lagi. Kita makan Nasi Lengko Haji Barno cabang depan Garage Mall. Mantab, untung belum kehabisan, karena setelah kami si Bapak penjualnya cuma bisa layanin lagi dua porsi, dan setelah itu abis. Malah Nasi Jamblang di sebelah sudah habis duluan sejak kita baru datang. Taraaaa kita pesen dua porsi nasi lengko, sepuluh tusuk sate kambing muda, es teh manis dan es jeruk manis. Mantaaaabbb ! Jadi nasi lengko itu seporsi nasi, diatasnya ada sayur mayur mentah macam karedok, ada potongan tempe goreng dan tahu goreng, di siram sama bumbu kacang khasnya nasi lengko pedesss enakkk. Ditambah sate kambing muda yang juicy banget dengan bumbu kacang yang sama dan kecap. Duhhhh deliciasooooo.. Untuk harga gak mahal kok gak nyampe seratus ribu rupiah berdua.


Jam 21.00 kami kelar makan malam, tapi masih pingin nongkrong. Kami pun memutuskan ke Cafe The Original Superdog di Jalan Kartini (sebelah kanannya Garage Mall) Cafe nya gampang di temui karena satu bangunan dengan Hotel Cirebon Plaza. Mau tahu seberapa gede sih hotdognya #iseng tapi berhubung kita udah kenyang ya kita pesen satu yang paling gede 40cm untuk di bawa pulang. Sedangkan untuk nongkrongnya beli minuman hazelnutt latte, lemon mint juice dan french fries. Untuk tempatnya cozy banget, khasnya cafe sih temaram gimana gitu cuma gak rame banget kayak cafe-cafe anak gaul. Jadi buat kami ini cafe cocok buat kami yang lebih suka cafe yang gak terlalu hiruk pikuk. Makanannya juga enak, minumannya juga (untuk Hotdog kami coba setelah sampai di hotel). Untuk harga ya standar cafe sih hehehe jadi a bit pricey but worth it.


Pembicaraan dengan mas-mas cafe,
"Mas mau pesen hotdog, kalo yang ini (nunjuk ke superdog) emang panjangnya seberapa? Eh.." (terlalu polos, cengar-cengir, diketawain masnya)
"Mas kalo minuman ini manis apa asem?"
"Manis mbak."
"Kalo yang ini?"
"Tergantung sih tapi kalo menurut saya manis juga."
"Kalo kita menurut masnya gimana?"
Krikk krikk krikkkk cengar cengir (diketawain lagi sama masnya)..

Dan kami pun nongkrong sampe jam sepuluhan malem, terus naik becak balik ke kandang eh ke hotel. Demikian lah perjalanan kami hari pertama, memang tujuan awal ke cirebon itu adalah kuliner, Berhubung kami tiba di Cirebonnya telat, jadi cuma bisa menyantap dua jenis makanan. huft.

So, besok lanjut lagi yaaa hari ke duaaaa... byeeeee~~~ <3





Satu Hari Di Bogor.


First posting about my food trip, yeeeeyyy.. #lebay

Sebenernya udah lama sih saya dan teman-teman jalan-jalan explore Bogor (dan belum puas!) yaitu tanggal 5 April 2016 hari selasa (alias minta izin sama kantor) demi menghindari macet (padahal tetep kena macet juga). Kebetulan seorang teman lama dari Jogja yang sekarang sudah pindah tinggal di Batam sedang liburan di Jakarta pada tanggal itu, sekalian mengunjungi sang pacar (cie LDR!).

Jadilah kami berenam dan satu orang sopir liburan satu hari ke Puncak dengan menyewa sebuah mobil dari agent sewa mobil di dekat PGC (Pasar Grosir Cililitan), alhamdulillah saat pertama nyari agent langsung cocok dipertama kali kunjungan ke agent ini, disambut ramah sama masnya, kita bercanda-canda undah seperti teman lama saja, dan yang lebih penting tanggal bisa di atur dari jauh-jauh hari, harga terjangkau, sudah termasuk sopir (bbm & tol sendiri).

Berikut beberapa destinasi kami, yang sebenernya isinya makan-makan doang, hahahaha..
saya merasa gagal bikin One Day Trip deh XD

Hutan Pinus Gunung Pancar 
1. Hutan Pinus Gunung Pancar

Hutan Pinus Gunung Pancar 
Kami sampai sekitar jam 9an pagi di gunung pancar, tempatnya tidak begitu luas, dan menurut saya lebih enak kalo ke sana dengan mobil dengan basic naik gunung, pakai mobil biasa juga bisa sih, tapi jangan menggunakan mobil yang lebih besar dari avanza/kijang, karena jalanannya kecil. Dan cocoknya kalau ke sana sekalian piknik, ya karena hiburannya hanya hutan pohon pinus. Kalau gak sambil piknik (seperti kami) disana ada warung indomie sih, harganya standar sih. Bagi yang mau hunting foto pastikan kalian punya skill foto yang baik, soalnya kalo gak tau ngambil angel yang bagus ya kek foto di hutan biasa sih menurut saya. 


Little Venice
Sebenarnya ada tempat pemandian air panas gunung pancar juga di ujung hutan, namun kami tidak mencoba, karena memang bukan tujuan kami.

Jalur: Lewat Tol Jagorawi, keluar Tol Sentul, masuk sentul city melewati Jungle, abis itu tanya satpam, kemaren sempet nyasar dikit di dalam sentul, karena kami tidak yakin, ternyata memang jalan masuk gunung pancarnya kecil. hhehehe.

2. Little Venice, Kota Bunga
Nicole's Kitchen & Lounge
Ini sebenarnya tujuan tambahan, karena kami mau ke Little Venice, sayangnya kami hanya berputar di perumahan, dan sesampainya di Little Venice ternyata tempatnya tutup, dan hanya di buka saat weekends. Oiya FYI, di sini kami tidak boleh mengambil foto dari kamera SLR/DSLR.

Jalur: Arah Puncak melewati puncak pas.

3. Nicole's Kitchen & Lounge
Tempat ini merupakan cafe yang katanya memiliki pemandangan bagus, memiliki 2 lantai. yaitu pada lantai 1 dan lantai tiga.
Nicole's Kitchen & Lounge

Kami memilih tempat di lantai 3 di area semi outdoornya. Sayangnya cuaca sedang mendung, jadi pemandangan pegunungan di sekitar tidak terlihat jelas, sangat berkabut. Namun interior cafe itu sendiri sudah bagus, semua serba putih, beberapa gazebo dan sofa outdoor layaknya di taman, juga tempat khusus foto ada . Gak nyesel deh ya makan dan bersantai di sana. Kisaran harga sama dengan cafe di jakarta, untuk minuman sekitar 38ribu an, dan makanan sekitar 40ribuan. Cukup nguras kocek juga sih, namun taste dari makanannya enak-enak lho ! hehehe. 

Cheesy Beef Pepperoni Baked Pizza
Saya sarankan jika mau ke sini lebih baik pada saat sedang menginap, explore curug, wisata ke taman bunga atau daerah lain di daerah puncak-cisarua-cipanas. Karena menghabiskan waktu hingga 3 jam perjalanan hanya untuk ke cafe buat saya gak gitu worth it. hehehe ini opini pribadi sih.

Jalur: arah puncak, melewati kota bunga.

4. Apple Pie & Kedai Kita
Kami sempat terkena macet parah saat turun dari puncak setelah dari Nicole's, tapi masih sempat beli oleh-oleh ke Apple Pie & makan malam di Kedai Kita, Lokasinya ngumpul di kota Bogor Jl. Pangrango dekat dengan macaroni panggang, hotel pangrango, hotel mirah, McD, dll. Tadinya sih saya doang yang mau beli oleh-oleh karena gak enak lah izin sama kantor tapi gak beli oleh-oleh heheheheh, eh semuanya jadi ikut beli oleh-oleh. Sayangnya saya tidak bisa beli apple pie ukuran besar, karena ternyata apple pie ukuran besar hanya dibuat atas pesanan kalo di hari kerja, dan baru tersedia secara umum di hari libur. Akhirnya saya beli yang ukuran sedang dan biscuitnya.

Setelah itu kami makan di kedai kita, mencoba pizza bakarnya, wah enak banget ternyata ! bener-bener yum-yum kejunya. Kayaknya saya akan balik lagi ke kedai kita nih buat kongkow heheheh dan lebih asiknya lagi ada live music dan bisa request. Atmospherenya hangat karena interiornya serba kayu, dengan lampu kuning, dan sangat ramai pengunjung.

Jalur: Keluar Tol Jagorawi belok kanan ke arah Jl. Raya Pajajaran, di perempatan McD belok kiri masuk ke Jl. Pangrango.

**Tujuan yang belum di kunjungi. 
Dengan keterbatasan waktu kami melewatkan tiga tujuan di Bogor dan sekitarnya. Yaitu Explore Curug, kuliner makanan tradisional kota bogor di Jl. Suryakencana, dan minum-minum susu di MomoMilk Barn (kalo orang lain minum-minum alcohol, kita minum-minum susu aja hahaha).

Next time saya harus explore kota bogor lagi, tapi kali ini ala saya yaitu naik kereta dari jakarta dan menggunakan angkutan umum kota bogor tentunya. pasti lebih asik. Segini dulu yaa ulasan jalan-jalan satu hari ke Bogor kami. Makasih sudah mengunjungi tulisan saya hehehe.