Heyyaaa..
Aduh maaf banget baru bisa nulis lagi, padahal ini postingan lanjutan dari Weekend Escape To Cirebon Day 1 yang seharusnya saya tulis dan publish seminggu setelahnya. Namun karena beberapa personal insiden saya tidak bsa menulis, dan baru sekarang bisa publish (nanti kalau sempat saya cerita sedikit ya dengan hashtag random). Nah, langsung aja yuk lanjut cerita jalan-jalannya di Cirebon hari ke dua. Jadi, salah satu alasan kenapa sih pilih Hotel Neo Samadikun, ah nanti saja ya saya ceritakan kusus bahas review hotel hahahahhahaah..
Selamat pagi Cirebon, pagi ini aktifitas kami adalah sarapan dulu dong di hotel tentunya agar kuat mengelilingi kota Cirebon yang kata orang mataharinya ada dua #lol Awalnya saya gak percaya, dan kami keluar hotel itu sekitar jam 10an, naik angkot cus langsung ke Goa Sunyaragi. Kok gak makan siang dulu? Gak, karena kita masih kenyang sarapan all you can eat, dan makan siang pasti penuh semua deh tempat makan. Jadi kami memutuskan wisata ala-ala ke Goa Sunyaragi.
Sesampainya di Goa Sunyaragi kita langsung masuk ke kawasan wisata cagar budaya ini. Singkat cerita Goa Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, bangunan berbentuk gua serupa dengan candi yang sering disebut jugasebagai Taman Air Sunyaragi / Tamansari Sunyaragi. Bangunan ini digunakan sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. (Lengkapnya bisa di baca lewat wikipedia atau artikal lain yang terkait ya guys).
![]() |
| Goa Sunyaragi (Model: Kami sendiri) |
Satu hal yang terpikir oleh saya yang pada saat itu berada pada puncak paling berat massa tubuh alias lagi gendut adalah "wah orang-orang jaman dahulu mungil-mungil ya", karena guanya memiliki ruangan-ruangan kecil dengan gang-gang sempit. Parahnya tetiba saya jadi parno kalau salah masuk gang dan saya terjepit di antaranya T^T maafkan saya. Namun setelah itu saya memberanikan diri naik ke puncak Gua yang mana wah pemandangannya bagus banget. Dan apa yang orang-orang bilang bahwa Cirebon punya matahari dua, ahahaah bener banget, panasss paakkk buuuu apalagi saat itu hari sudah tengah hari siang bolong.
![]() |
| Goa Sunyaragi (Panorama low dari halaman belakang) |
![]() |
| Goa Sunyaragi (Panorama dari puncak Goa) |
Saya sempat terpisah oleh teman saya Lelly, lalu sambil menunggu dia kembali saya duduk-duduk di pendoponya, sangat adem dengan desiran angin sejuk. Kemudian setelah teman saya kembali, kami mengunjungi bangunan terpisah yang menyimpan foto-foto juga pusaka. Dan ngadem lagi deh di pelatarannya. Setelah puas memutar Gua sunyaragi kami pun akhirnya mampir warung-warung tenda yang berada di dekat parkiran. Makan es buah dan es teh botol segarrrrnya #mantabjiwa.
![]() |
| Foto-foto Gua Sunyaragi |
Kemudian kami pun langsung naik angkot menuju Rumah Makan Empal Gentong Krucuk, saat itu jam menunjukan pukul 13 dengan harapan yang makan siang sudah pada kelar nih. Ternyata perkiraan kita salah kawan. Dengan hari libur panjang dan sebagai kota transit juga alternatif liburan, rumah makan tersebut penuh sampe ngantri. Akhirnya kami nyerah dan kembali ke hotel dulu melepas lelah, dan ngemil-ngemil cantik di restauran hotel.
Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon dahulu, wah asri banget deh berkunjung di keraton ini, karena banyak pohon rindang. Saat memasuki pelataran pun kami di suguhkan dengan patung dua singa yang khas, dengan petunjuk jalan yang sangat jelas. Jadi tanpa guide pun bisa kita jalan-jalan (sambil iseng ngekor rombongan yang menggunakan Guide xD ) karena sebenarnya komplek Keraton Kesepuhan Cirebon ini tidak sebesar Keraton Kesultanan Yogyakarta. Jangan khawatir nyasar deh. Kami pun cus menjelajahi bangunan yang di dalamnya banyak benda pusaka, kemudian bangunan yang di dalamnya banyak kereta kencana yang megah, dan tak terlewatkan menikmati angin sejuk duduk di pendopo #favorit
![]() |
| Keraton Kasepuhan Cirebon (Panorama dari halaman depan) |
![]() |
| Keraton Kasepuhan Cirebon |
Setelah itu kami langsung nyari becak untuk berbelanja oleh-oleh di pasar terdekat yaitu Pasar Kanoman, weis pak becak di sini sudah hafal deh kalo urusan tempat oleh-oleh. Kami langsung di antar ke deretan toko yang sudah terkenal. Alhamdulillah kami gak telat datang karena ternyata jam 5 sore toko sudah tutup, kami jadi pelanggan terakhir di Toko oleh-oleh Sinta Manisan. Beruntung banget semua yang kami mau beli tersedia di sini, urusan harga ya standar oleh-oleh sih gak bisa ditawar #lol (Maaf ya gak sempet foto rupa penampakan tokonya, sibuk belanja hihihi). Selesai berbelanja kami pun lanjut meneruskan perjuangan kami ke Rumah Makan Empal Gentong Krucuk.
Alhamdulillah juga kami masih kebagian Empal gentongnya karena jam sudah menunjukan pukul 17. Nah ini lah yang ditunggu-tunggu potongan daging sapi dengan kuah kuning bersantan jangan lupa di tambah cabai bubuk. Beuuhhhh #juara Daging sapinya empuk dan bumbunya berasa banget, ndak ada yang kurang deh pokoknya. Ini bakal jadi favorit saya deh kalo ke Cirebon lagi, harganya gak sampe seratus ribu rupiah berdua hehehe..
![]() |
| Empal Gentong Krucuk dan #selfie kami di atas becak menuju Toko oleh-oleh Shinta xD |
Pukul 18.30 kami kembali ke hotel bersih-bersih badan yang berpeluh keringat, menata oleh-oleh dan update sosial media. Dan lanjut lagi untuk hunting Nasi Jamblang Mang Dul yang berada tepat di sebelah Nasi Lengko H Barno dan di depan Grage Mall. Sayangnya, kami sudah kehabisan. Memang sih sebenarnya nasi Jamblang itu lebih enak di santap di pagi hari, namun karena kami sudah menyantap sarapan di hotel kami pindah jadi jadwal makan malam. Yahhhh tapi apa daya, kami tidak berhasil mendapatkan nasi Jamblang.
Akhirnya kami pun melenggang mencari alternatif nasi jamblang lain untuk sekedar mengisi perut, kemudian mengakhiri perjalanan hari ini dengan nongkrong di cafe Mo Milk di jalan Dr. Cipto. Ya namanya cafe banyak anak muda pada ngumpul, untuk menu standar cafe tema minuman susu. dengan harga terjangkau. Setelah itu kami kembali ke hotel dengan becak, sambil mampir beli pisang bakar.
![]() |
| Kafe Mo Milk & Pisang Bakar khas Bandung |
Begitulah liburan kami kali ini di cirebon, kami masih di cirebon sampai hari esok namun sengaja tidak memberikan jadwal apa-apa, karena waktu check out kami di jam 12 siang dan kereta kami di jam 15 sore.
Semoga kami bisa kembali lagi ke sana, karena masih ada tempat yang belum kami kunjungi yaitu Nasi Jamblang Mang Dul, Taman Air Ade Irma Suryani, dan Pusat Batik Trusmi ^^ Amin..










